ekor-merak.jpg

Kiriman: IndyAda kekuatan di dalam cinta, dan orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat karena ia bisa mengalahkan keinginannya untuk mementingkan diri sendiri.Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan, dan orang tertawa gembira adalah orang yang kuat karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan.Ada kekuatan di dalam kedamaian diri, dan orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuat karena ia tidak pernah tergoyahkan dan tidak mudah diombang-ambingkan.Ada kekuatan di dalam kesabaran, dan orang yang sabar adalah orang yang kuat karena ia sanggup menanggung segala sesuatu dan ia tidak pernah merasa disakiti.Ada kekuatan di dalam kemurahan, dan orang yang murah hati adalah orang yang kuat karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya untuk melakukan yang baik bagi sesamanya.Ada kekuatan di dalam kebaikan, dan orang yang baik adalah orang yang kuat karena ia bisa selalu mampu melakukan yang baik bagi semua orang.Ada kekuatan di dalam kesetiaan, dan orang yang setia adalah orang yang kuat karena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan pribadi kengan kesetiaannya kepada Allah dan sesama.Ada kekuatan di dalam kelemahlembutan, dan orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat karena ia bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam.Ada kekuatan di dalam penguasaan diri, dan orang yang bisa menguasai diri adalah orang yang kuat karena ia bisa mengendalikan segala nafsu keduniawian.Disitulah semua letak-letak dimana Kekuatan Sejati berada. Dan sadarlah bahwa kita juga memiliki cukup kekuatan untuk mengatasi segala masalah kita. Dimanapun juga, seberat dan serumit apapun juga.

beach052.jpg

http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0604/30/keluarga/2617773.htm

Niat positif untuk melakukan pekerjaan amal, ternyata belum cukup. Walaupun semua orang tahu, beramal adalah sesuatu yang baik, tidak semua mudah percaya. Makanya, masih diperlukan kerja keras dan keteguhan hati dari para pelaku agar niat itu terwujud. Ketika Elizabeth Widjaja (34) berniat membuka sekolah gratis, dia harus mengetuk setiap rumah agar mau menyekolahkan anaknya di sana. “Mereka tidak ada yang percaya bahwa saya menyelenggarakan sekolah gratis. Katanya, di dunia ini tidak ada yang gratis,” kata Eli menirukan ucapan seorang tukang bakso yang tidak percaya pada bantuannya.

Tetapi Eli tidak putus asa. Setiap hari dia datang ke rumah-rumah untuk mengundang anak-anak sekolah. Eli mendapatkan 27 murid. Read the rest of this entry »

 mountains056.jpg

Oleh: Verri DJ

http://ferrydjajaprana.multiply.com

Pagi ini baru dapat SMS dari kakak di Auckland, New Zealand, yang menyatakan ingin dikirimi kaset Senam Kesegaran Jasmani seri D, nah lo.. saya terkesiap karena sungguh tak pernah terbayangkan permintaan sejenis itu. Senam tersebut pernah aku lakukan waktu di SMP pada mid era 70 an silam, apa iya masih ada di toko kaset di negara kita? Sungguh aku tak percaya….

Permintaan saudara-saudaraku memang aneh-aneh, belum lama berselang tanteku yang tinggal di Houston, USA pun sama, minta dikirimi “terasi” karena di sana terasi memang tidak ada. Kebetulan ada kawan dia, seorang pejabat pemerintah,  yang akan berkunjung ke sana jadi sekalian saja nitip, apa lagi yang nitip tidak keberatan. Untuk tidak mengurangi kebahagian mereka tentu saja kami mengirimkan atau mengusakannya, bukankah permintaan mereka itu amat mudah mencarinya di bumi persada Nusantara ini? Read the rest of this entry »

Kiriman: Dodi

(diadaptasi dari “Breaking Free: A Prescription for Personal and Organizational Change”, David M. Noer)

Pameo terkenal mengatakan tiada yang tetap kecuali perubahan. Meski sudah sedemikian terkenal, kita masih juga harus belajar bagaimana menghadapi perubahan. Tak luput bagaimana kita menghadapi perubahan di tempat kerja, terutama mengenai karier kita.

Berikut, beberapa tips dari “Breaking Free: A Prescripition for Personal and Organizational Change” oleh David M. Noer agar kita tidak canggung berteman dengan perubahan di tempat kerja dan karier kita.

1–Jangan letakkan semua telur anda dalam satu keranjang organisasi.

Jangan biarkan kepercayaan diri anda dan rasa memiliki anda hanya diberikan pada satu organisasi saja. Hal ini akan mengurangi kebebasan dan menyebabkan anda menjadi korban pelengkap penderita saja. Read the rest of this entry »

From: Arief Wahyu Adi

 

1. Menyalahkan Orang Lain

Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet ? Selalu “siapa” Bukan “apa” penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu “apa” sebabnya, bukan “siapa”. Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas.

Kekanak-kanakan. Kenapa ? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh,” Adik tuh yang salah”, atau ” mbak tuh yang salah”. Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu. Read the rest of this entry »

Selamat datang di Gubuk ku ini