You are currently browsing the monthly archive for Maret 2008.
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0604/30/keluarga/2617773.htm
Niat positif untuk melakukan pekerjaan amal, ternyata belum cukup. Walaupun semua orang tahu, beramal adalah sesuatu yang baik, tidak semua mudah percaya. Makanya, masih diperlukan kerja keras dan keteguhan hati dari para pelaku agar niat itu terwujud. Ketika Elizabeth Widjaja (34) berniat membuka sekolah gratis, dia harus mengetuk setiap rumah agar mau menyekolahkan anaknya di sana. “Mereka tidak ada yang percaya bahwa saya menyelenggarakan sekolah gratis. Katanya, di dunia ini tidak ada yang gratis,” kata Eli menirukan ucapan seorang tukang bakso yang tidak percaya pada bantuannya.
Tetapi Eli tidak putus asa. Setiap hari dia datang ke rumah-rumah untuk mengundang anak-anak sekolah. Eli mendapatkan 27 murid. Read the rest of this entry »
Oleh: Verri DJ
http://ferrydjajaprana.multiply.com
Pagi ini baru dapat SMS dari kakak di Auckland, New Zealand, yang menyatakan ingin dikirimi kaset Senam Kesegaran Jasmani seri D, nah lo.. saya terkesiap karena sungguh tak pernah terbayangkan permintaan sejenis itu. Senam tersebut pernah aku lakukan waktu di SMP pada mid era 70 an silam, apa iya masih ada di toko kaset di negara kita? Sungguh aku tak percaya….
Permintaan saudara-saudaraku memang aneh-aneh, belum lama berselang tanteku yang tinggal di Houston, USA pun sama, minta dikirimi “terasi” karena di sana terasi memang tidak ada. Kebetulan ada kawan dia, seorang pejabat pemerintah, yang akan berkunjung ke sana jadi sekalian saja nitip, apa lagi yang nitip tidak keberatan. Untuk tidak mengurangi kebahagian mereka tentu saja kami mengirimkan atau mengusakannya, bukankah permintaan mereka itu amat mudah mencarinya di bumi persada Nusantara ini? Read the rest of this entry »
Kiriman: Dodi
(diadaptasi dari “Breaking Free: A Prescription for Personal and Organizational Change”, David M. Noer)
Pameo terkenal mengatakan tiada yang tetap kecuali perubahan. Meski sudah sedemikian terkenal, kita masih juga harus belajar bagaimana menghadapi perubahan. Tak luput bagaimana kita menghadapi perubahan di tempat kerja, terutama mengenai karier kita.
Berikut, beberapa tips dari “Breaking Free: A Prescripition for Personal and Organizational Change” oleh David M. Noer agar kita tidak canggung berteman dengan perubahan di tempat kerja dan karier kita.
1–Jangan letakkan semua telur anda dalam satu keranjang organisasi.
Jangan biarkan kepercayaan diri anda dan rasa memiliki anda hanya diberikan pada satu organisasi saja. Hal ini akan mengurangi kebebasan dan menyebabkan anda menjadi korban pelengkap penderita saja. Read the rest of this entry »
From: Arief Wahyu Adi
1. Menyalahkan Orang Lain
Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet ? Selalu “siapa” Bukan “apa” penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu “apa” sebabnya, bukan “siapa”. Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas.
Kekanak-kanakan. Kenapa ? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh,” Adik tuh yang salah”, atau ” mbak tuh yang salah”. Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu. Read the rest of this entry »
Selamat datang di Gubuk ku ini

Komentar Terakhir